Rakatezha lagi belajar bloger (^__^)
Senin, 23 September 2013
Minggu, 05 September 2010
RAUNGAN SRIGALA MALAM
Raungannya memecahkan kesunyian malam…
Terkapar di padang tandus, mengharap setetes air.
Ia adalah Srigala malam, yang tak punya taring dan kuku.
Ditikam belati dendam, mencabik seluruh sendi-sendi…
Raungan Srigala-srigala itu, tertawa & berpesta atas kemenangan mereka…
Menjerit hatinya terkoyah, dipecundangi mereka-mereka…
Darah-darah yang berceceran, kering membeku oleh dinginnya angina malam.
Ia hanya bisa bertahan dengan sisa-sisa nafas dan dendamnya…
Dalam hati kecilnya ia bersumpah…
“Saat ini aku adalah pecundang, tapi nanti aku adalah Sang Raja,
Sang Penguasa Alam Kegelapan”.
“Jangan sampai aku hidup, karna nanti akan menjadi malapetaka bagi kalian”
Sumpah dendamnya telah tertanam di hatinya yang paling dalam….
Terkapar di padang tandus, mengharap setetes air.
Ia adalah Srigala malam, yang tak punya taring dan kuku.
Ditikam belati dendam, mencabik seluruh sendi-sendi…
Raungan Srigala-srigala itu, tertawa & berpesta atas kemenangan mereka…
Menjerit hatinya terkoyah, dipecundangi mereka-mereka…
Darah-darah yang berceceran, kering membeku oleh dinginnya angina malam.
Ia hanya bisa bertahan dengan sisa-sisa nafas dan dendamnya…
Dalam hati kecilnya ia bersumpah…
“Saat ini aku adalah pecundang, tapi nanti aku adalah Sang Raja,
Sang Penguasa Alam Kegelapan”.
“Jangan sampai aku hidup, karna nanti akan menjadi malapetaka bagi kalian”
Sumpah dendamnya telah tertanam di hatinya yang paling dalam….
Langganan:
Komentar (Atom)